Sabtu, 15 Oktober 2011

AYO BERCOCOK TANAM SAYURAN
Oleh : Suyanto, SP.
BERTANAM BAWANG MERAH
PENDAHULUAN

Prospek agribisnis bawang merah cukup cerah. Penggunaan bawang merah oleh masyarakat cenderung, baik karena pertambahan penduduk maupun penggunaan perkapita. Dewasa ini makin banyak konsumsi makanan siap saji di tengah masyarakat (nasi goreng, sate, tongseng dan lain-lain) yang memerlukan bawang merah. Disamping produk makanan awetan yang juga menggunakan bawang merah goreng.
Berdasarkan sutuasi distribusi bawang merah nampak pula agribisnis bawang merah masih memiliki ruang gerak yang lebar. Bawang merah produksi saat ini belum mencukupi untuk kebutuhan domestic/dalam negeri.
Dapat disaksikan di kota Brebes, daerah yang menghasilkan 30 % dari total produksi nasional (dengan areal panen 18.000 ha/th) ternyata di kota tersebut terdapat importir bawang merah. Menurut pengakuan importir tersebut bawang merah yang diimpor dari ( Philipina, Thailand, dan lain-lain) ternyata dipasaran Brebes baik untuk benih maupun konsumsi.

Bawang merah  memiliki beberapa keunggulan antara lain :
-
Mampu membentuk anakan yang cukup banyak
-
Berumur genjah
-
Potensi hasil cukup tinggi
-
Dapat dikembangkan pada lahan berpasir dan lahan sawah berpengairan
-
Cocok ditanam pada ketinggian 0 -100 dpl
-
Tahan ditanam pada musim penghujan
-
Tahan terhadap penyakit busuk umbi

Prospek bawang merah tiron ini cukup baik, karena produksi per hektar per tahun cukup tinggi ± 13 ton/Ha/Tahun, dan tahan terhadap hujan, karena bisa ditanam di luar musim (off season), sehingga bawang merah tiron ini bisa sepanjang musim Disamping itu pasar juga bisa menerima dengan harga yang baik.
umumnya usaha tani masih beragam dan diperlukan intruduksi teknologi varietas maupun teknologi budidaya.

CARA BUDIDAYA

Secara umum teknis budidaya bawang merah di lahan pasir tidak jauh berbeda dengan budidaya di lahan sawah, hanya beberapa komponen teknologi yang disesuaikan, antara lain pemakaian mulsa, jarak tanam, dosis pupuk, frekuensi penyiraman.
Tahapan kegiatan dalam budidaya adalah persiapan lahan, penanaman, pemupukan, penyiraman, pemeliharaan.
  1.      Persiapan Lahan
-
Bedengan dibuat dengan ukuran lebar 80-100 Cm, dengan cara menggali lahan sedalam 15 Cm, bedengan menyesuaikanttergantung luas lahan
-
Jarak antar bedengan 45 cm (sebagai jalan)
-
Taburkan secara meratan pupuk organic 10 ton/ha (fine compos) dan 40 ton/ha ( pupuk kandang), tambahkan pupuk SP-36 sebanyak 100 Kg/ha sebagai pupuk dasar
  1.      Penanaman
-
Siram bedengan dengan air yang bersih sebelum penanaman dimulai
-
Buatlah lubang tanam tjarak tanam 20 X 18 Cm sedalam umbi
-
Benamkan umbi bawang dalam lubang tanam dengan posisi tegak dan agak ditekan sedikit kebawah hingga ujung umbi rata dengan permukaan tanah
-
Tutup bedengan yang telah ditanami dengan mulsa jerami untuk menjaga kelembaban pada siang hari
-
Penanaman bawang merah di lahan pasir sebaiknya dilakukan pad a musim penghujan.
  1.      Pemupukan
    Selain pupuk dasar perlu dilakukam pemupuk susulan
-
Pupuk ZA diberikan 3 kali masing-masing pad a umur 12 hari, 23 hari dan 35 hari setelah tanam dengan dosis 300 Kg/ha.
-
Pupuk KCL deberikan 1 kali pada umur 12 hari setelah tanam dengan dosis 100 Kg/ha
  1.      Penyiraman
    Usahakan agar tanah tetap lembab sampai umur 50 hari dengan melakukan penyiraman pagi dan sore secara rutin, air yang dipergunakan untuk penyiraman dengan memperhatikan :
-
Air tidak mengandung racun yang membahayakan pertumbuhan tanaman & tanah.
-
Sumber air tidah berasal dari saluran pembuangan limbah industri yang dapat membahayakan tanaman dan tanah
  1.      Pemeliharaan
    Pemeliharaan meliputi : Penyiangan dan pencabutan gulma, pengendalian hama penyakit dan dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan.
  2.      Panen
    Bawang merah dapat dipanen pada umur 60-70 hari. Ciri-ciri bawang merah yang siap dipanen yaitu pangkal daun mengempis,daun tampak menguning, daun rebah 75 % dan buah mengambang warna merah dan keras. Cara memanen bawang merah dicabut dijajar berbaris selebar bedengan dengan umbi bawang merah ditutup 1/3 dari daun cabutan berikutnya dan dikeringkan 4-6 hari.
  3.      Penyimpanan
    Cara penyimpanan bawang merah pada rak-rakan bambu. Rak-rakan dibuat 4-5 tingkat dengan selang 40 Cm ke atas dan jarak antar rak 70 Cm. Setiap minggu sekali dilakukan pengontrolan dan pengasapan. Gudang mempunyai ventilasi cukup, lantai sebaiknya semen agar kedap air, atap gudang kena sinar matahari langsung.  
 ----------------------------------------------------------------------
BERTANAM KACANG PANJANG
Oleh : Suyanto, SP.

I. Persiapan Lahan
 Sebelum ditanami lahan dilakukan pembajakan dan digaru, untuk memperoleh struktur tanah yang gembur dan remah. Kemudian dibuat bedengan dengan ukuran 1-1,2 m atau dibentuk guludan dengan jarak antar guludan 1 m.
II. Penanaman
 Kebutuhan benih kacang panjang 21 – 23 kg/ha, khusus untuk varietas KP-01 10,5 kg/ha karena jarak tanam KP-01 lebih besar dan berat bijinya lebih ringan. Sebelum penanaman dilakukan terlebih dahulu dibuatkan lubang tanam dengan cara ditugal dengan jarak dalam barisan 25 cm dan antar barisan 1 m. Perlubang tanam diisi 2 biji, hal ini dimaksudkan dalam satu lanjaran maksimal 4 tanaman. Setelah itu biji ditanam, ditutup dengan tanah/pupuk kandang yang sudah lembut/remah atau bisa juga dengan abu.
III. Pemeliharaan Tanaman
3.1. Pemupukan
 Pemupukan pertama ( I ) dilakukan umur ± 12 hari dengan dosis ZA = 50 kg/ha, SP-36 = 100 kg/ha, KCL = 50 kg/ha. Pemupukan dilakukan dengan cara ditugal, jaraknya 5 cm dari lubang tanam. Kemudian ditutup dengan tanah. Pemupukan kedua ( II ) dilakukan umur ± 28 hari dengan pupuk NPK = 200 kg/ha dengan jarak 10 cm dari lubang tanam. Pemupukan ketiga ( III ) dilakukan umur ± 40 hari juga dengan pupuk NPK = 200 kg/ha dengan jarak 10 cm dari lubang tanam.
3.2. Pemasangan Lanjaran
 Pemasangan lanjaran dilakukan 10-15 hari setelah tanam ( hst ), kira-kira tinggi tanaman 15-25 cm. Pemasangan lanjaran diantara 2 lubang tanam sehingga jarak antar lanjaran 50 cm. Setiap 5 lanjaran perlu ditambah lanjaran/diperkuat, dengan cara dipasang silang.
3.3. Pemasangan Tali
 Pemasangan tali dilakukan setelah pemasangan lanjaran selesai. Tali berguna membantu mengarahkan/merambatkan tanaman. Pemasangan tali ada dua tahap. Tahap I pada ketinggian ± 70 cm dari lanjaran. Tahap II pada ketinggian ± 150 cm dari lanjaran
3.4. Merambatkan
 Membantu merambatkan bertujuan untuk mengarahkan pertumbuhan tanaman baik pucuk tanamn maupun cabang-cabang tanaman. Diharapkan tanaman merambat pada lanjaran dan tali yang telah dipasang, sehingga buah/polong tidak tergeletak di tanah.
3.5. Penyiangan
 Penyiangan dilakukan sebelum dilakukan pemupukan, atau dilakukan sewaktu-waktu saat gulma sudah mengganggu pertumbuhan tanaman.
3.6. Pengairan
 Pengairan diberikan sesuai kebutuhan, yang terpenting dijaga agar tanaman tidak kelebihan atau kekurangan air. Pengairan sebaiknya dilakukan setelah pemupukan dilakukan. Sedangkan pada musim hujan, pengairan cukup dari air hujan.
IV. Hama dan Penyakit
4.1. Hama dan Pengendaliannya
Hama-hama tanaman kacang panjang adalah :
4.1.1. Thrips
 Thrips menyerang bagian pucuk tanaman sehingga tanaman menjadi keriting dan kering, sering juga menyerang tunas atau pucuk, sejak tanaman masih kecil hingga besar. Ciri tanaman dewasa dapat berakibat kerontokan pada bunga dan serangan terjadi pada musim kemarau. Pengendalian thrips dengan menggunakan pestisida Winder, Promectin, Agrimec, Confidor dll dengan dosis sesuai anjuran.
4.1.2. Tungau (Mites)
 Tanaman yang terserang tungau akan tampak dari daun-daun yang menggulung ke bawah, dan warnanya hijau kehitaman. Dalam kondisi parah, tanaman dapat mengalami kerontokan daun. Pengendalian dengan menggunakan Samite, Omite, Mitac dengan dosis sesuai anjuran.
4.1.3. Aphids sp.
 Serangan Aphids sp. hampir sama dengan serangan thrips, hanya, bedanya jika pada serangan Aphids, daun menjadi hitam karena tumbuh jamur jelaga yang tumbuh pada kotoran Aphids. Apids dapat dikendalikan dengan Winder, Supracide dll, dengan dosis sesuai anjuran.
4.1.4. Ulat Polong.
 Hama ulat bunga menyebabkan kerontokan pada bunga. sedangkan ulat polong menyebabkan kerusakan pada bagian polong. Kerusakan ini menimbulkan pembusukan bagian tersebut akibat aktifitas mikoorganisme yang berasal dari kotoran ulat tersebut. Hama-hama ini dapat dikendalikan dengan menggunakan Winder dengan dosis sesuai dengan rekomendasi.


4.2. Penyakit dan Pengendaliannya
4.2.1 .Penyakit layu
 Penyakit ini bias disebabkan oleh jamur Pytium maupun oleh bakteri Pseudomonas sp. Penyakit ini dapat dicegah dengan kocor dengan Fungisida, maupun dengan semprot. Sedangkan pengendalian bakteri dengan kocor Bactomycin atau Agrimycin dengan dosis sesuai anjuran.
V. Panen dan Pasca Panen
 Panen dilakukan setelah polong berwarna coklat dan umur tanaman sekitar 60-70 hari. Panen dilakukan dengan memetik polong yang sudah tua dan biji sudah mulai megeras. Kemudian dijemur diatas terpal atau dibuatkan para-para ditempat yang panas. Setelah kering dipipil dengan alat perontok, biji juga dengan cara manual yaitu dupukul/digebug. Biji hasil pipilan dikeringkan lagi dan disortir, untuk memisahkan biji yang baik dengan biji yang jelek (berlubang, kepeng, kecil).
 
 




WASPADA TERHADAP FLU BURUNG
 oleh :  Suyanto,  SP.


I. PENDAHULUAN

                   Penyakit Avian Influenz adalah penyakit unggas yang disebabkan oleh virus    
    influenza dan menyerang ayam, kalkun, burung puyuh, unggas air serta spesies   
    burunglainnya.

Sifat viru  :
- Virus AI dalam daging ayam akan mati pada suhu 80 C selama satu menit, atau 60 C 
   selama 30 menit
- Pada telur ayam akan mati pada pemanasa 60 C selama 45 menit

- Mudah mutasi/modifikasi genetik

- Mengaglutinasi sel darah merah ayam

- Virus mudah mati diluar tubuh ayam (tidak stabil lingkungan)

- Mudah mati oleh berbagai desinfectan

- Potensi menular pada manusia


Penularan

- Kontak langsung (feses, sekresi) denganhewan tertular

- Makan, air, peralatan dan baju yang tercemar

- Melalui udara

- Hewan carrier/pembawa virus (unggas air, burung liar)

- Inkubasi  :  3 – 5 hari

- Dapat terjadi kematian dalam waktu 24 jam setelah tanda klinis tampak


Gejala klinis

- Jengger, vial, kulit perut yang tidak ditumbuhi bulu, berwarna biru keunguan   
 (sianosis)

- Kadang-kadang ada cairan dari mata dan hidung

- Pembengkakan pada bagian muka dan kepala

- Perdarahan di bawah kulit (sub kutan)

- Perdarahan titik (ptechie) pada daerah dada, kaki dan telapak kaki

- Batuk, bersin dan ngorok

- Unggas mengalami diare dan kematian tinggi


II. PENGENDALIAN DAN PEMBERANTASA


1. Virus dimatikan dengan cara Desinfektan dan Insektiside

2. Sumber penularan dimusnahkan dengan Stamping out dan Depopulasi

3. Hewan yang mudah tertular dikebalkan dengan cara divaksin dengan prioritas pada 
    unggas rakyat sector III dan IV dan unggas lain (burung puyuh, merpati dsb.)
4. Wilayah dijauhkan/dihindarkan/diisolasi dari sumber penularan

5. Sosialisasi


III. PROGRAM STRATEGIS YANG DILAKSANAKAN

1. Biosecurity yang ketat :

    Tindakan yang mensucihamakan secara tepat dan cermat terhadap pakan, tempat  
    pakan/air yang tercemar, bangunan kandang/tempat penampungan unggas
2. Depopulasi

    Pemusnahan terhadapunggas sehat yang sekandang dengan unggas sakit dilakukan 
    Oleh setiap peternak tertular apabila terjadikasus
3. Vaksinasi
4. Pengendalian secara ketat lalu lintas ternak
5. Surveilance
    Dengan sasaran daerah tertular, teracam dan bebas yang padat ternak dan unggas
6. Public Awareness
    Sosialisasi mengenai pengendalian penyakit AI melalui media cetak
7. Re – stocking (Pengisian kembali unggas)
    Kandang dikosongkan selama 30 hari setelah kasus terakhir dan disemprot desinfektan   
    seminggu 2 kali
8. Stamping out (pemusnahan unggas secara menyeluruh) untuk daerah tertular
    berat/baru dengan radius 1 km dari terjadinya kasus
9. Monitoring dan evaluasi
    Monitoring ke desa dilaksanakan 1 bulan sekali, sedang evaluasi dalam 3 bulan sekali
IV. POLA HIDUP BERSIH DAN SEHAT
      1. Bangunan usaha peternakan dengan pemukiman harus berjarak sekurang-kurangnya
          200 m
2. Lingkungan rumah bersih
3. Perilaku orang
   - Unggas mati segera laporkan ke petugas setempat
  -jangan membuang ungtgas mati dsenbarang tempat




PELUANG PENGEMBANGAN PRODUK OLAHAN
Oleh : suyanto, SP

PENDAHULUAN   
Dalam mengamati perkembangan pemasaran terhadap produk olahan selama ini belum terdapat data perkembangan yang akurat, peluang pasar yang masih terbuka amat sayang apabila tidak mampu terbaca oleh pengusaha kecil menengah dan industri rumah tangga untuk memanfaatkannya. Beberapa upaya pemerintah telah dilakukan baik melalui pelatihan ketrampilan, pameran produk, magang, temu usaha dan lain sebagainya, dalam rangka pertumbuhan produk olahan  agar lebih cerah.
Sebagai gambarantentang prospek perkembangan dan kegiatan pengusaha produk olahan dapat disampaikan sebagai berikut:
Aktifitas Prosesing
     Misalnya :  pengemasan dan  penyimpanan tidak merubah bentuk fisik
Aktifitas Manufacturing
      Misalnya, produk bakpao ketela atau dll / merubah bentuk fisik komoditas

ALASAN DIKEMBANGKANYA PRODUK OLAHAN
  1. Mencipkan nilai jual lebih tinggi
  2. Meningkatkan nilai lebih suatu komodity
  3. Menciptakan heterogenitas pasar ( produk rusak diolah kembali)
  4. Pasar local maupu eksport yang terlalu lebar
KELEMAHAN PRODUK OLAHAN
1. Konsep marker oriented masih kurang, memproduksi yang laku dijual, bukan 
    memproduksi untuk dijual.
2. Standarisasi produk masih kurang, baik rasa, tampilan produk maupun ukuran
3. Masih banyak ditemui pengusaha yang ikut ikutan, sehingga terjadi booming    
    produksi pada saat puncak produksi.
4..Komitmen terhadap sustainable usaha yang relative masih kurang.
5. Budaya etika bisnis yang masih rendah.

MENGHADAPI PERSAINGAN
  1. Identifikasi keinginan dan kebutuhan konsumen
  2. Identifikasi pangsa pasar yang menjadi pesaing utama
  3. Mengetahui siapa pesaing produk yan dipasarkan
  4. Menegement semua sumberdaya yang dimiliki seekonomis mungkin, yang meliputi :
-          Sumberdaya keuangan
-          Sumberdaya manusia
-          Produksi/bahan baku
-          Tehnologi

PELAYANAN PADA KONSUMEN
Jenis layanan pada konsumen :
  1. Pemesanan lewat telepun dan diantar ke konsumen (delivery)
  2. Kemudahan dalam sistim pembayaran    

PROMOSI ATAU IKLAN
  1. Media cetak atau elektronik
  2. Personal selling
  3. Penioriman surat
  4. Halaman kuning
  5. Brosur, Spanduk, Baliho, Banner
  6. Displlay di ruang terbuka
  7. Internet / Situs
RENCANA PEMASARAN
Tentukan market segmentation
-          Pasar kelas bawah, menengah atau kelas atas
-          Pahami consumer behavior berdasarkan segmen pasar
Tentukan taget pasar

-          Retail, strategi :
o Focus market (focus pasar)
o Follower market (pengikut pasar)
o Niche market (celah pasar)
             
-          Institution Consumer :

Perusahaan, Industri, Perhotean, Restoran dll.




Sumber Pustaka :
 Upaya pemasaran makanan olahan, Materi Temu Usaha bidang Pangan Olahan dan Beras, tahun 2003

Referensi Konsumen StandartMutu Pangan
 Olahan




Standar mutu yang baik
Bahan tambahan pangan yang bertanggung jawab
ISO 9000 / 14000
Labelling dan Iklan
Halal


Selasa, 30 Agustus 2011

SAWAHKU

KEMENTRIAN DALAM NEGERI

REPUBLIK INDONESIA

BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Jalan taman Makam Pahlawan Nomor 8 Kalibata Jakarta Selatan

Telp/Fak: 021-799652,7943419

__________________________________________________________________________

Biodata Tenaga Fungsional

Penyuluh Pertanian Lapangan BPP Duduk Sampeyan

1. Nama Lengkap dan Gelar : Suyanto, SP.

2. NIP : 19621002 198703 1 008

3. Tempat/Tgl.Lahir : Surabaya, 02 Oktober 1962

4. Pangkat/Gol.Ruang : Penata Muda ( IIIa )

5. Agama : I s l a m

6. Instansi/SKPD : Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Kab. Gresik

7. Pendidikan

a. Strata Satu (S1) : UNIMAS MOJOKERTO ( SOSEK )

b. Strata Dua (S2) : -

8. Alamat

a. Kantor : jl. Dr. Wahidin Sudirohusodo No. 245

Telp. : Telp. (031) 3950930 Fax. (031) 3951242

b. Rumah : Jl. Sumengko ( Perumahan. BPP Duduk Sampeyan )

Telp. : -

HP. : 081330669691

9. Diklat yang pernah diikuti*

a. Diklat Tehnis :

1. Tehnologi Hasil Sapi Perah

2. Pelatihan Dasar P4K

3. Penyegaran bagi Penyuluh Pertanian

4. Sayuran Dataran Rendah Unggulan

5. Pupuk Bokhasi Plus

6. Pelatihan Problem Solving

7. Agen Hayati

8. Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura

b. Diklat Fungsional :


1. Dasar I PPL

2. DIKLAT ALIH JENJANG

10. spesialis : -

*Gunana kertas lain, apabila tempat tidak cukup.

**Untuk Widyaiswara : mata Diklat yang dia mampu/ajar.

Untuk Fungsional lainnya : Sertifikasi keahlian yang dimiliki.

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI, MOHON MAAF LAHIR & BATHI. 1 SYAWAL 1432 H.

Rabu, 09 Februari 2011

Memverifikasi Account Google Anda - Cara kerjanya

PELUANG USAHA

Dalam mengamati perkembangan pemasaran terhadap produk olahan selama ini belum terdapat data perkembangan yang akurat, peluang pasar yang masih terbuka amat sayang apabila tidak mampu terbaca oleh pengusaha kecil menengah dan industri rumah tangga untuk memanfaatkannya. Beberapa upaya pemerintah telah dilakukan baik melalui pelatihan ketrampilan, pameran produk, magang, temu usaha dan lain sebagainya, dalam rangka pertumbuhan produk olahan agar lebih cerah.