WASPADA TERHADAP FLU BURUNG
oleh : Suyanto, SP.
I. PENDAHULUAN
Penyakit
Avian Influenz adalah penyakit unggas yang disebabkan oleh virus
influenza dan menyerang
ayam, kalkun, burung puyuh, unggas air serta spesies
burunglainnya.
Sifat
viru :
- Virus AI dalam daging ayam akan mati
pada suhu 80 C selama satu menit, atau 60 C
selama 30 menit
- Pada telur ayam akan mati pada pemanasa 60 C selama 45 menit
- Mudah mutasi/modifikasi genetik
- Mengaglutinasi sel darah merah ayam
- Virus mudah mati diluar tubuh ayam (tidak stabil lingkungan)
- Mudah mati oleh berbagai desinfectan
- Potensi menular pada manusia
Penularan
- Kontak langsung (feses, sekresi) denganhewan tertular
- Makan, air, peralatan dan baju yang tercemar
- Melalui udara
- Hewan carrier/pembawa virus (unggas air, burung liar)
- Inkubasi : 3 – 5 hari
- Dapat terjadi kematian dalam waktu 24 jam setelah tanda klinis
tampak
Gejala klinis
- Jengger, vial, kulit perut yang tidak ditumbuhi bulu,
berwarna biru keunguan
(sianosis)
- Kadang-kadang
ada cairan dari mata dan hidung
- Pembengkakan
pada bagian muka dan kepala
- Perdarahan di
bawah kulit (sub kutan)
- Perdarahan
titik (ptechie) pada daerah dada, kaki dan telapak kaki
- Batuk, bersin
dan ngorok
- Unggas
mengalami diare dan kematian tinggi
II. PENGENDALIAN DAN
PEMBERANTASA
1. Virus
dimatikan dengan cara Desinfektan dan Insektiside
2. Sumber
penularan dimusnahkan dengan Stamping out dan Depopulasi
3. Hewan yang mudah tertular dikebalkan dengan cara divaksin dengan
prioritas pada
unggas rakyat sector III
dan IV dan unggas lain (burung puyuh, merpati dsb.)
4. Wilayah
dijauhkan/dihindarkan/diisolasi dari sumber penularan
5. Sosialisasi
III. PROGRAM
STRATEGIS YANG DILAKSANAKAN
1. Biosecurity
yang ketat :
Tindakan yang
mensucihamakan secara tepat dan cermat terhadap pakan, tempat
pakan/air yang tercemar,
bangunan kandang/tempat penampungan unggas
2. Depopulasi
Pemusnahan terhadapunggas
sehat yang sekandang dengan unggas sakit dilakukan
Oleh setiap peternak
tertular apabila terjadikasus
3. Vaksinasi
4. Pengendalian secara ketat lalu lintas ternak
5. Surveilance
Dengan sasaran daerah
tertular, teracam dan bebas yang padat ternak dan unggas
6. Public Awareness
Sosialisasi mengenai
pengendalian penyakit AI melalui media cetak
7. Re – stocking (Pengisian kembali unggas)
Kandang dikosongkan selama
30 hari setelah kasus terakhir dan disemprot desinfektan
seminggu 2 kali
8. Stamping out (pemusnahan unggas secara menyeluruh) untuk daerah
tertular
berat/baru dengan radius 1
km dari terjadinya kasus
9. Monitoring dan evaluasi
Monitoring ke desa
dilaksanakan 1 bulan sekali, sedang evaluasi dalam 3 bulan sekali
IV. POLA HIDUP
BERSIH DAN SEHAT
1. Bangunan
usaha peternakan dengan pemukiman harus berjarak sekurang-kurangnya
200 m
2. Lingkungan rumah bersih
3. Perilaku orang
- Unggas mati segera
laporkan ke petugas setempat
-jangan membuang ungtgas
mati dsenbarang tempat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar