Sabtu, 15 Oktober 2011


WASPADA TERHADAP FLU BURUNG
 oleh :  Suyanto,  SP.


I. PENDAHULUAN

                   Penyakit Avian Influenz adalah penyakit unggas yang disebabkan oleh virus    
    influenza dan menyerang ayam, kalkun, burung puyuh, unggas air serta spesies   
    burunglainnya.

Sifat viru  :
- Virus AI dalam daging ayam akan mati pada suhu 80 C selama satu menit, atau 60 C 
   selama 30 menit
- Pada telur ayam akan mati pada pemanasa 60 C selama 45 menit

- Mudah mutasi/modifikasi genetik

- Mengaglutinasi sel darah merah ayam

- Virus mudah mati diluar tubuh ayam (tidak stabil lingkungan)

- Mudah mati oleh berbagai desinfectan

- Potensi menular pada manusia


Penularan

- Kontak langsung (feses, sekresi) denganhewan tertular

- Makan, air, peralatan dan baju yang tercemar

- Melalui udara

- Hewan carrier/pembawa virus (unggas air, burung liar)

- Inkubasi  :  3 – 5 hari

- Dapat terjadi kematian dalam waktu 24 jam setelah tanda klinis tampak


Gejala klinis

- Jengger, vial, kulit perut yang tidak ditumbuhi bulu, berwarna biru keunguan   
 (sianosis)

- Kadang-kadang ada cairan dari mata dan hidung

- Pembengkakan pada bagian muka dan kepala

- Perdarahan di bawah kulit (sub kutan)

- Perdarahan titik (ptechie) pada daerah dada, kaki dan telapak kaki

- Batuk, bersin dan ngorok

- Unggas mengalami diare dan kematian tinggi


II. PENGENDALIAN DAN PEMBERANTASA


1. Virus dimatikan dengan cara Desinfektan dan Insektiside

2. Sumber penularan dimusnahkan dengan Stamping out dan Depopulasi

3. Hewan yang mudah tertular dikebalkan dengan cara divaksin dengan prioritas pada 
    unggas rakyat sector III dan IV dan unggas lain (burung puyuh, merpati dsb.)
4. Wilayah dijauhkan/dihindarkan/diisolasi dari sumber penularan

5. Sosialisasi


III. PROGRAM STRATEGIS YANG DILAKSANAKAN

1. Biosecurity yang ketat :

    Tindakan yang mensucihamakan secara tepat dan cermat terhadap pakan, tempat  
    pakan/air yang tercemar, bangunan kandang/tempat penampungan unggas
2. Depopulasi

    Pemusnahan terhadapunggas sehat yang sekandang dengan unggas sakit dilakukan 
    Oleh setiap peternak tertular apabila terjadikasus
3. Vaksinasi
4. Pengendalian secara ketat lalu lintas ternak
5. Surveilance
    Dengan sasaran daerah tertular, teracam dan bebas yang padat ternak dan unggas
6. Public Awareness
    Sosialisasi mengenai pengendalian penyakit AI melalui media cetak
7. Re – stocking (Pengisian kembali unggas)
    Kandang dikosongkan selama 30 hari setelah kasus terakhir dan disemprot desinfektan   
    seminggu 2 kali
8. Stamping out (pemusnahan unggas secara menyeluruh) untuk daerah tertular
    berat/baru dengan radius 1 km dari terjadinya kasus
9. Monitoring dan evaluasi
    Monitoring ke desa dilaksanakan 1 bulan sekali, sedang evaluasi dalam 3 bulan sekali
IV. POLA HIDUP BERSIH DAN SEHAT
      1. Bangunan usaha peternakan dengan pemukiman harus berjarak sekurang-kurangnya
          200 m
2. Lingkungan rumah bersih
3. Perilaku orang
   - Unggas mati segera laporkan ke petugas setempat
  -jangan membuang ungtgas mati dsenbarang tempat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar